Senin, 28 Januari 2013

PENGERTIAN AGREGAT HALUS


                

PENGERTIAN AGREGAT HALUS

  • Agregat merupakan material granular, misalnya pasir, krikil, batu pecah dan kerak tungku pijar yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton atau adukan semen hidrolik (SNI 03 – 2847 – 2002, Tata Cara  Perencanaan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung).
  • Agregat halus adalah butiran halus yang memiliki kehalusan 2mm – 5mm.
  • Menurut SNI 02-6820-2002 , agregat halus adalah agregat dengan besar butir maksimum 4,75 mm.
  • Menurut nevil (1997), agregat halus merupakan agregat yang besarnya tidak lebih dari 5 mm, sehingga pasisr dapat berupa pasir alam atau berupa pasir dari pemecahan batu yang dihasilkan oleh pemecah batu.
  • Menurut SNI 1737-1989-F , agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir,atau mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun hasil buatan.
Persyaratan agregat halus secara umum menurut SNI 03-6821-2002 adalah sebagai berikut:
  1. Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras.
  2. Butir-butir  halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca. Sifat kekal agregat halus dapat di uji dengan larutan jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang hancur adalah 10% berat. Sedangkan jika dipakai magnesium sulfat
  3. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap berat kering), jika kadar lumpur melampaui 5% maka pasir harus di cuci.
Gradasi Agregat Halus
Gradasi agregat adalah distribusi ukuran butiran dari agregat. Bila butir-butir agregat mempunyai ukuran yang sama(seragam) volume pori akan besar. Sebaliknya bila ukuran butir-butirnya bervariasi akan terjadi volume pori yang kecil. Hal ini karena butiran yang kecil mengisi pori diantara butiran yang besar, sehingga pori-porinya sedikit, dengan kata lain kemampatannya tinggi. Pada agregat untuk pembuatan beton diinginkan suatu butiran yang berkemampatan tinggi, karena volume pornya sedikit maka bahan pengiat yang dibutuhkan juga sedikit. Menurut SK SNI T-15-1990-03 , kekasaran pasir dapat dibedakan menjadi empat kelompok menurut gradasinya, yaitu :
Ø  ZONE I      =             Pasir Kasar
Ø  ZONE II     =             Pasir Agak Kasar
Ø  ZONE III    =             Pasir Agak Halus
Ø  ZONE IV   =             Pasir Halus
Berikut adalah tabel untuk gradasi pasir,
Peraturan terkait dengan parameter-parameter yang harus dipenuhi terdapat pada :
  • PBI 1971 NI 2 (Peraturan Beton Bertulang Indonesia)
  • SNI-03-2847-2002 (Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung)
  • SNI-03-2461-1991/2002 (Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Ringan Struktural)
  • SNI 03-1749-1990 ( Agregat untuk Aduk dan Beton, Cara Penentuan Besar Butir)
  • SNI 03-1750-1990 ( Agregat beton, Mutu dan Cara Uji)
  • SII.0052-80 (Mutu dan Cara Uji Agregat Beton)
  • ASTM C-33 (Specification For Concrete Aggregates)
  • ACI 318 (Building Code Requirements for Structural Concrete)





Peraturan terkait dengan pengujian agregat halus antara lain :
  • SNI-1970-2008 (Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus)
  • SNI 03-2816-1992 (Metode Pengujian Kotoran Organik dalam Pasir untuk Campuran Mortar atau Beton)
  • SNI-3407-2008 (Cara Uji Sifat Kekekalan Agregat Dengan Cara Perendaman Menggunakan Larutan Natrium Sulfat atau Magnesium Sulfat)
  • SNI 03-1756-1990 (Pasir untuk Aduk dan Beton, Cara Penentuan Kekerasan)
  • ASTM C136 (Standard Test Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Aggregates)
  • ASTM C40 / C40M (Standard Test Method for Organic Impurities in Fine Aggregates for Concrete)
  • ASTM C70 (Standard Test Method for Surface Moisture in Fine Aggregate)
  • ASTM C88 (Standard Test Method for Soundness of Aggregates by Use of Sodium Sulfate or Magnesium Sulfate)
  • ASTM C123 / C123M (Standard Test Method for Lightweight Particles in Aggregate)
  • ASTM C-117 (Standard Test Method for Materials Finer than 75-μm (No. 200) Sieve in Mineral Aggregates by Washing)
  • ASTM C142 / C142M  (Standard Test Method for Clay Lumps and Friable Particles in Aggregates)
  • ASTM C128 (Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption of Fine Aggregate)
  • ASTM C566 (Standard Test Method for Total Evaporable Moisture Content of Aggregate by Drying)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar